Cerita Insprasi Diri :D

September 10th, 2010

Ghita Dwi Kartika

F24100041

Laskar 30

Be Thankful…

Saat saya masih kelas 3 SD, saya menginginkan sebuah tas baru. Lalu Ibu menyuruh saya untuk tidak terlalu banyak jajan dan menyisihkan uang untuk ditabung, sehingga saya bisa membeli tas yang saya inginkan. Waktu itu saya merasa sangat susah untuk menyisakan uang jajan dan ditabung, tetapi karena saya menginginkan tas itu saya berusaha sekuat saya untuk menabung. Dan akhirnya ketika saya dapat membeli tas itu, kebahagiaan yang saya rasakan sangat besar…

be thankful that you don’t already have everything you desire

if you did, what would there be to look forward to?

Saat saya kelas 3 SMA, saya pernah salah menjawab soal try out tentang platypus. Ketika itu saya tidak mengetahui bahwa platypus adalah hewan bertelur, meskipun dia termasuk mamalia karena menyusui anaknya. Namun, karena kesalahan saya itu saya jadi selalu teringat bahwa platypus adalah hewan mamalia yang bertelur..

be thankful when you don’t know something

for it gives you the opportunity to learn

Masa-masa SMP adalah waktu tersulit yang saya alami. Karena ketika saya baru duduk di kelas 7 semester 2, Ibu telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Ketika itu adik saya masih kecil, dia baru duduk di kelas 7 SD. Tetapi hal itu justru menguatkan saya agar saya tidak boleh lemah dan terus menerus bersedih. Walaupun saat itu adalah masa-masa sulit yang harus saya hadapi, saya menyadari di sanalah saya bertambah dewasa…

be thankful for the difficult times

during those times you grow

Di sekolah menengah pertama, saya merasa kemampuan berbahasa Inggris saya sangat kurang, maka dari itu saya meminta kepada orang tua saya untuk mengikuti kursus bahasa untuk meningkatkan kemampuan saya. Alhamdulillah, meskipun tidak lama, kursus bahasa itu telah menambah kemampuan saya berbahasa Inggris…

be thankful for your limitations

because they give you opportunities for improvement

Ketika kenaikan kelas 7 smp, saya masuk ke kelas 8 A. Kelas itu adalah kelas percobaan billingual. Jadi untuk beberapa mata pelajaran akan diajarkan dengan dua bahasa: Inggris dan Indonesia. Hal itu merupakan tantangan baru bagi saya, karena sebenarnya kemampuan bahasa Inggris saya belum terlalu bagus, di samping itu teman-teman sekelas saya juga adalah siswa-siswa yang berprestasi. Tetapi itu membuat saya semakin termotivasi untuk belajar…

be thankful for each new challange

because it will build your strength and character


It is easy to be thankful for the good things

A life of rich fulfillment comes to those who are also thankful for the setbacks

Gratitude can turn a negative into positive

Find a way to be thankful for your troubles and they can become your blessing…




Cerita Inspirasi Orang Lain^^

September 10th, 2010

Ghita Dwi Kartika

F24100041

Laskar 30

My Sister In Action!

Saya anak ke 2 dari 3 bersaudara. Saya memiliki seorang kakak perempuan dan seorang adik laki-laki. Selama kurang lebih 17 tahun hidup saya, saya sudah mendengar banyak cerita-cerita inspiratif yang dapat membangun motivasi bagi yang mendengarnya. Tapi, di sini saya akan bercerita tentang seseorang yang dapat menginspirasi diri saya agar menjadi orang yang mandiri, yaitu kakak saya.

Ya, cerita ini tentang sosok yang mandiri, prestatif, dan jelas membanggakan orang tua. Kakak saya bernama Amalia Ayuningtyas. Saya biasa memanggilnya Mba Tyas. Sekarang dia sudah bekerja sebagai Management Trainee di PT Astra International Tbk – Honda di Kutoarjo.  Padahal Mba Tyas baru lulus tahun 2009 kemarin. Melihat dia sekarang, sudah mandiri dan memiliki penghasilan sendiri, membuat saya langsung terkenang bagaimana perjalanan Mba Tyas selama ini.

Saat di bangku sekolah dasar, Mba Tyas selalu meraih rangking 1 di kelasnya. Sampai-sampai ketika pembagian rapor caturwulan, ketika Bu Guru akan membacakan nama yang mendapat peringkat pertama, teman-temannya sudah tidak ragu lagi mengatakan “pasti Tyas..haha”. Kemudian dia masuk ke SMP Negeri 4 Bogor. Di kelas 2 dan 3 smp dia mendapatkan beasiswa karena termasuk peringkat 5 besar sekolah, sehingga dia bebas dari biaya spp selama 1 semester. Ketika itu saya sedang duduk di bangku kelas 3 sd dan saya sudah mengerti bahwa prestasi Mba Tyas itu sangat membanggakan. Ditambah lagi Ibu sering bercerita kepada saya tentang Mba Tyas dan Ibu berharap saya juga bisa seperti dia.

Ya, saat itu masih ada Ibu yang selalu mendukung semua aktivitas kami. Namun, ketika Mba Tyas duduk di kelas 3 SMA Negeri 2 Bogor, Ibu kami tercinta dipanggil oleh Sang Pencipta karena sakit penyumbatan pembuluh darah di otak. Itu adalah masa-masa paling berat yang kami sekeluarga alami. Tetapi hal itu tidak menyurutkan semangat Mba Tyas untuk terus berprestasi. Lulus dari SMA, Mba Tyas melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi favorit, yaitu Institut Pertanian Bogor. Melalui jalur USMI dia berhasil masuk ke jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan. Selama di IPB, Mba Tyas mendapatkan 2 beasiswa, yaitu Pengembangan Potensi Akademik (PPA) dan Woman International’s Club (WIC).

Saya semakin kagum kepada Mba Tyas ketika saya tahu bahwa sejak semester 4 dia sudah dapat membiayai kuliahnya sendiri. Selain dari beasiswa, Mba Tyas juga mendapat pemasukan dari mengajar di bimbingan belajar juga sebagai asisten dosen. Tetapi, meskipun dengan kegiatan yang banyak itu, Mba Tyas tetap dapat mempertahankan nilai-nilai kuliahnya. Beberapa kali dia berhasil mendapat IP 4,00 di akhir semester.

Hingga akhirnya, ketika hari wisuda tiba, Mba Tyas menjadi lulusan terbaik Departemen IE sekaligus lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB tahun 2009 dengan IPK 3,85. Bapak sangat bangga dengan apa yang dapat dicapai oleh Mba Tyas, meskipun Ibu tidak dapat menyaksikan…

Semua cerita ini merupakan salah satu motivasi saya agar dapat terus berprestasi dan membanggakan orang tua saya tercinta 😀